Home » , » Amalan Dalam Bulan Zulhijjah

Amalan Dalam Bulan Zulhijjah

Written By Siti Rozita Othman on Isnin, 21 Ogos 2017 | 10:52 PTG

Amalan dalam Bulan Zulhijjah




29 Zulkaedah 1438 bersamaan hari SELASA 22 OGOS 2017 : Hari Terakhir Potong Rambut & Kuku Bagi Mereka Yang Niat Berqurban tahun ini.

1 zulhijjah 1438 bersamaan hari  RABU, 23 OGOS 2017 (mulalah puasa sunat)
Di anjurkan puasa hingga 9 zulhijjah 

9 zulhijjah - 31 OGOS 2017 - Khamis - Hari Arafah (disunatkan puasa sunat)

Dari Abu Qatadah radhiAllahu `anhu berkata, Rasulullah sallAllahu `alaihi wa sallam pernah ditanya tentang puasa hari `Arafah, kemudian Baginda menjawab:

“Puasa itu (puasa hari `Arafah) dapat menebus   dosa setahun yang telah berlalu dan setahun akan datang.”
(HR Muslim)

Dari `A’isyah radhiAllahu `anha berkata bahawa Rasulullah sallAllahu `alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللهُ فِيهِ عَبْدًا مِنْ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَة

“Tidak ada hari yang lebih ramai ALLAH Ta`ala membebaskan hambaNYA daripada api neraka lebih daripada hari `Arafah.”
(HR Muslim)

10 Dzulhijjah 1438 bersamaan hari JUMAAT 1 SEPTEMBER 2016 - Hari Raya  Aidul Adha - qurban

Hari Tasyriq - 2,3,4 SEPTEMBER - hari2 qurban, sunat Takbir setiap kali lepas solat fardhu.

Sabda Nabi SAW: Jika telah masuk 10 hari pertama bulan Zulhijjah dan salah seorang antara kamu semua ingin menyembelih korban, janganlah memotong rambut dan kukunya walau sedikit. (riwayat Muslim di dalam Sahihnya, no:1977).

💢Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Dzulhijah

Adapun keutamaan beramal di sepuluh hari pertama Dzulhijah diterangkan dalam hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berikut,

« مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ ».

“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (iaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.“

Dalil lain yang menunjukkan keutamaan 10 hari pertama Dzulhijah adalah firman Allah Ta’ala,

وَلَيَالٍ عَشْرٍ

“Dan demi malam yang sepuluh.” (QS. Al Fajr: 2). 

Di sini Allah menggunakan kalimat sumpah. Ini menunjukkan keutamaan sesuatu yang disebutkan dalam sumpah.Makna ayat ini, ada empat tafsiran dari para ulama yaitu: sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah, sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, sepuluh hari pertama bulan Ramadhan dan sepuluh hari pertama bulan Muharram. Malam (lail) kadang juga digunakan untuk menyebut hari (yaum), sehingga ayat tersebut bisa dimaknakan sepuluh hari Dzulhijah.

Imam Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan bahwa tafsiran yang menyebut sepuluh hari Dzulhijah, itulah yang lebih tepat. Pendapat ini dipilih oleh mayoritas pakar tafsir dari para salaf dan selain mereka, juga menjadi pendapat Ibnu ‘Abbas.

Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani berkata, “Tampaknya sebab yang menjadikan istimewanya sepuluh hari (pertama) Dzulhijjah adalah karena padanya terkumpul ibadah-ibadah induk (besar), yaitu: shalat, puasa, sedekah dan haji, yang (semua) ini tidak terdapat pada hari-hari yang lain. (fathul Bari)

Lantas manakah yang lebih utama, apakah 10 hari pertama Dzulhijah ataukah 10 malam terakhir bulan Ramadhan?

Disunnahkan untuk memperbanyak puasa dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijah karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendorong kita untuk beramal sholeh ketika itu dan puasa adalah sebaik-baiknya amalan sholeh.

Dari Hunaidah bin Kholid, dari istrinya, beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulan. Hr Abu Dawud

hadis di mana Rasulullah s.a.w. bersabda;

مَاعَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلاً أَحَبَّ إِلَى الله عَزَّ وَجَلَّ مِنْ إِهْرَاقَةِ دَمٍ. وَإِنَّهُ لَيَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَأَشْعَارِهَا. وإِنَّ الدم لَيَقَعُ مِنَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ، قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الأَرْضِ. فَطِيبُوا بِهَا نَفْساً
“Tidak ada amalan yang dilakukan oleh manusia pada hari raya korban yang lebih disukai Allah dari mengalirkan darah (yakni menyembelih korban). Sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat nanti dengan tanduk-tanduknya, kuku-kuku dan bulu-bulunya (dan diletakkan di atas timbangan). Dan sesungguhnya darah binatang korban itu mendapat kedudukan di sisi Allah di suatu tempat yang tinggi sebelum ia jatuh di atas bumi.[1] Oleh itu, ikhlaskanlah hati kamu ketika berkorban itu”. (Riwayat Imam at-Tirmizi, Ibnu Majah dan al-Hakim dari Saidatina ‘Aisyah r.a.. Menurut Imam as-Suyuti; hadis ini adalah hasan. Lihat; al-Jami’ as-Saghier, hadis no. 7949.)

‘Imran bin Hushain radhiallahu ‘anhushallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Sayyidatuna Fatimah radhiallahu ‘anha: meriwayatkan bahawa Rasulullah
Maksudnya: “Wahai Fatimah! Pergilah ke tempat (penyembelihan) qurbanmu dan saksikanlah ia, sesungguhnya titisan darahnya yang pertama itu adalah merupakan pengampunan bagimu di atas dosa-dosamu yang telah lalu.”
(Hadis riwayat al-Hakim)

Zaid bin Arqam radhiallahu ‘anhu meriwayatkan:
Maksudnya: “Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: “Wahai Rasulullah! Apakah yang ada pada qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Ia adalah sunnah bapa kamu Ibrahim” Mereka berkata: “Apa yang akan kami perolehi darinya wahai Rasulullah?”Rasulullah menjawab: “Bagi setiap helai rambut satu kebajikan” Mereka berkata: “Bagaimana pula dengan bulu wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi setiap helai bulu satu kebajikan.”
(Hadis riwayat Ibnu Majah)

A’isyah radhiallahu ‘anha meriwayatkan bahawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Maksudnya: “Tidak ada amalan yang dilakukan oleh anak Adam pada Hari Raya Qurban yang lebih disukai Allah melainkan menumpahkan darah (menyembelih binatang qurban). Sesungguhnya binatang qurban itu akan datang pada Hari Kiamat bersama tanduk, kuku dan bulunya dan Allah memberi pahala ibadah qurban itu sebelum darah binatang qurban itu jatuh ke bumi. Oleh itu, elokkanlah qurban kamu.”
(Hadis riwayat at-Tirmizi)

Sabda Nabi Muhammad SAW (maksudnya): “Muliakanlah qurban kamu kerana ia menjadi tunggangan kamu di titian pada Hari Qiamat”.

Daripada Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu katanya, sabda Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam:
Maksudnya: “Barangsiapa yang ada kemampuan untuk berqurban tetapi tidak melakukannya, janganlah dia hadir bersama kami di tempat sembahyang kami”.(HR Ahmad dan Ibnu Majah)

Daripada Jabir , beliau berkata :

“Kami telah menyembelih korban bersama dengan Rasulullah SAW, pada Tahun Hudhaibiyah, seekor unta untuk tujuh orang dan seekor lembu untuk tujuh orang.” (Hadis Riwayat Muslim)

0 comments:

Catat Ulasan